Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Sunday, January 20, 2008

Teman Daffa

Daffa 3 Tahun 2 Bulan


Kemarin malam menjelang tidur, sambil berbaring-baring dalam keadaan lampu sudah dimatikan, terjadi percakapan antara Bapak dan Daffa.

Bapak : "Daffa...teman daffa ada berapa..?"
Daffa : "Adaaaa.....( sambil mikir kali..)....sembilan !! ".
Bapak : "Wah...banyak ya temannya..., yang pertama..?"
Daffa : "Yang pertama....Bapak..."
Bapak : "Ohhh...bapak juga temannya Daffa?".
Daffa : "Iya dong..."
Bapak : "Yang kedua..? "
Daffa : "Yang kedua..Bimo..., yang ketiga Kak Attar,.....dst.


Saya terkejut dan juga berbangga karena dianggap sebagai teman oleh Daffa. Adalah harapan saya bahwa nantinya saya dipandang oleh anak saya tidak hanya sebagai orang tua saja, tetapi juga sebagai temannya tempat berbagi cerita, dan juga gurunya dimana berbagai pertanyaan dapat ditanyakan dan dicari jawabannya bersama-sama.

Saya teringat ketika Daffa masih bayi sampai sekitar umur 1,5 tahun. Hampir setiap malam, ketika hendak tidur Daffa harus digendong oleh saya dan di indung-indung dengan berbagai macam lagu yang saya tahu. Daffa tidak bisa tidur dengan sendirinya meski kami ada disampingnya.

Saya pernah mengeluh tentang hal itu disuatu milis dan minta saran bagaimana cara menghentikannya agar Daffa bisa tidur sendiri tanpa di gendong-gendong ataupun di indung-indung. Berbagai saran masuk ke mailbox saya, mulai dari cara yang "ekstrim" menurut saya sampai dengan cara yang halus.

Ada seorang ibu yang menceritakan pengalamannnya melatih anaknya tidur sendiri dengan membiarkannya menangis selama berjam-jam yang akhirnya setelah seminggu anak itu bisa juga tidur sendiri tanpa digendong ataupun di tunggui oleh orang tuanya. Saya tidak tega membacanya.

Sampai kemudian masuk sebuah email yang berkisah tentang sedihnya sang ibu/bapak ketika anaknya yang berusia sekolah tidak mau lagi dicium karena sang anak malu katanya. Kakak sang anak yang berusia SMP yang tidak mau lagi diajak bepergian bersama karena sekarang mempunyai "gang" sendiri. Inti email tersebut adalah bahwa betapa sedihnya ketika anak-anak bertumbuh besar dan mereka seakan tidak terlalu memerlukan kehadiran orang tuanya lagi. Akhirnya, sang pengirim email berkata kepada saya bahwa, "nikmatilah saat-saat anak mau bersama anda pak Aris, karena suatu ketika anda akan berharap hal itu terjadi tapi tidak bisa lagi".

Saat ini kami berdua sebisa mungkin selalu "dekat" dengan Daffa. Setiap ada waktu luang/libur senantiasa kami habiskan bersama. Kami berharap kami selalu dianggap sebagai teman oleh Daffa. Kami selalu takut hal yang pasti dimana Daffa tidak mau dicium lagi akan segera tiba. Kami tahu bahwa kalau hal itu datang, kami tentu sedih sekali.

0 comments: