Daffa 3 Tahun 5 Bulan

Melihat itu Daffa lalu menegur bapak dan berkata," Kok bantal gulingnya dilempar?". Saya yang menyadari kesalahan lalu berkata," Iya..harusnya nggak dilempar". Daffa kemudian berkata lagi, " Pak.....nanti kalau mau naruh bantal guling.....jangan dilempar....". Saya jadi malu juga kepada Daffa dan berkata ," Iya nak...nanti nggak dilempar lagi tapi ditaruh aja".
Kalau diingat-ingat sudah beberapa kali bapak di tegur oleh Daffa karena beberapa tindakan bapak yang menurut Daffa tidak cocok atau menjadi pertanyaan baginya, seperti kalau sedang membawa mobil dan terasa terlalu ngebut, maka Daffa akan memperingatkan bapak untuk pelan-pelan dan tidak ngebut. "Nanti bisa nabrak lho pak," kata Daffa.
Atau kejadian semalam lagi ketika bapak hendak nambah nasi saat makan malam. Daffa berkata kepada bapak, " Pak...kok bapak sering nambah-nambah nasi ? nanti kalau bapak sering nambah-nambah nasi, nasinya bisa habis dan mbak Sri dan Tecu (menyebut nama asisten dan tante Daffa dirumah) tidak kebagian." Kami yang mendengar lalu tertawa termasuk Tecunya dan berkata " Kok bapak nggak boleh nambah...? memangnya siapa yang beli beras..?"
Setelah disidik-sidik, ternyata Daffa menganggap yang beli beras adalah Ungku dan Omanya di Bogor karena kami memang biasanya menitip beli beras di pasar Bogor karena lebih murah dibanding di Cibubur dan saat beli beras itu, Daffa kalau di Bogor sering diajak serta ke pasar.
Setelah disidik-sidik, ternyata Daffa menganggap yang beli beras adalah Ungku dan Omanya di Bogor karena kami memang biasanya menitip beli beras di pasar Bogor karena lebih murah dibanding di Cibubur dan saat beli beras itu, Daffa kalau di Bogor sering diajak serta ke pasar.